er

Monday, March 12, 2012

Ciri-ciri Makhluk hidup (Ciri Khusus Beberapa Hewan dan Tumbuhan)

Ini ada beberapa bahan untuk menambah khasanah anak-anak tingkat SD Kelas VI tentang ciri khusus beberapa hewan dan tumbuhan. semoga bermanfaat.

Ciri Khusus Hewan

1. Kelelawar


* Merupakan satu-satunya mamalia yang dapat terbang.
* Jenisnya terdiri atas : kelelawar buah (pemakan buah), kelelawar ikan (pemakan ikan), kelelawar lidah panjang (pemakan nektar), kelelawar katak (pemakan katak), dan kelelawar vampir (penghisap darah).
* Hidup di gua yang lembab dan gelap.
* Mencari makan pada waktu malam hari.
* Memiliki daya pendengaran yang tajam.
* Memiliki kemampuan ekolokasi yaitu menggunakan gelombang bunyi untuk mengetahui posisi mangsanya.
* Pada saat terbang kelelawar mengeluarkan bunyi berfrekuensi tinggi yang jika mengenai benda akan menimbulkan pantulan. Pantulan bunyi ini ditangkap oleh telinga kelelawar sehingga dapat mengetahui ukuran, jarak, dan arah benda pada waktu singkat.

2. Cecak atau Tokek


* Dapat merayap di dinding.
* Pada telapak kakinya terdapat struktur lapisan yang bersifat lengket dan tampak seperti guratan-guratan yang berfungsi sebagai alat pelekat.
* Untuk mempertahankan diri dari musuh, cicak memutuskan ekornya dengan tujuan untuk mengelabui musuhnya. Ekor cicak tersebut dapat tumbuh kembali.

3. Ikan Lele dan Serowot


* Hidup di air tawar
* Tidak mengandalkan mata untuk mencari makan yang tersembunyi di dasar sungai yang berlumpur dan gelap.
* Mengandalkan kumis (misai) yang merupakan organ indra khusus.
* Misai berbentuk embelan panjang pada bibir bawah dan bibir atas ikan.
* Misai memiliki kuncup pengecap.
* Ketika berenang di air, ikan lele dan serowot menyapu dasar sungai dengan misainya untuk mengenali rasa binatang di dekatnya.

4. Bunglon


* Dapat mengubah warna tubuhnya sebagai tanggapan terhadap perubahan suhu dan cahaya di sekitarnya.
* Kemampuan untuk menyamar membantu bunglon untuk menangkap mangsa dan menghindari pandangan musuh.
* Memiliki lidah panjang dan lengket untuk menangkap mangsa dan membawanya ke rahang.
* Memiliki mata yang dapat berputar dan dapat melihat ke segala arah.
* Memiliki kaki yang dapat mencengkeram seperti tangan agar dapat menggenggam dengan kuat.

5. Laba-laba

* Kebanyakan memiliki pengelihatan yang buruk.
* Membuat jaring untuk menangkap mangsa
* Jaring terbuat dari bahan yang berasal dari organ khusus dalam abdomen (perut) yang disebut alat antih.
* Mengandalkan indra peraba pada kakinya untuk memeriksa apakah terdapat mengsa dalam jaringnya.

6. Jerapah

* Memiliki leher yang panjang sehingga memungkinkan untuk memakan tunas dan daun muda.
* Dapat minum dengan menundukkan kepalanya.
* Memiliki katup kecil pada bagian dalam pembuluh darah di kepalanya sehingga saat ketinggian kepala jerapah berubah, katup tersebut dapat mencegah tekanan darah yang tinggi naik ke kepala.

7. Tupai

* Memakan buah berkulit keras seprti buah kenari, chestnut, hazelnut, dab buah cemara.
* Memiliki ekor yang panjang berumbai dan hampir sama panjang dengan badannya.
* Ekor berfungsi sebagai alat keseimbangan dan kemudi, sehingga memudahkan tupai melompat dari satu pohon ke pohon lain.
* Dapat melompat dari ujung dahan ke dahan lain sejauh 4 meter.
* Pada saat melompat kaki depan dan belakang direnggangkan dan melayang serta ekor dipipihkan.
* Dapat jatuh bebas dari ketinggian 9 meter dan mendarat dengan mulus di atas keempat kakinya.
* Memiliki mata yang jeli untuk memperkirakan jarak yang tepat.

8. Ikan Penyumpit

* Hidup di perairan pantai serta air tawar dari India hingga Australia.
* Menyerang mangsa yang berada di atas air tempat tinggalnya.
* Mampu menyemprotkan air ke udara untuk menjatuhkan serangga dari tumbuhan atau udara.
* Dapat melompat dari air untu menyergap serangga yang hinggap di daun atau dahan yang menggantung di atas air.

9. Paus

* Tulang paus berupa bahan berongga berisi minyak sehingga dapat mengapung di permukaan air.
* Memiliki lapisan lemak yang tebalnya sekitar 50 cm yang berfungsi untuk menjaga suhu tubuh agar tetap 34⁰C – 37⁰C.
* Mata pus ditutupi lapisan berminyak untuk melindungi dari berbagai efek yang membahayakan dari air laut.
* Paus tergolong binatang menyusui. Susu paus bukan berbentuk cair tetapi padatan yang sangat berlemak.
* Paus betina menyemprotkan susu ke dalam mulut, susu masuk ke dalam mulut dan terlarut dalam perut bayi paus.

10. Burung Hantu

* Mencari mangsa pada waktu malam hari dan tidur pada waktu siang hari.
* Menggunakan mata dan telinga yang tajam untukmenangkap mangsanya.
* Dapat dengan cepat memusatkan bola mata dalam kegelapan.
* Pupil mata dapat menyerap cahaya yang ada di malam hari, sehingga burung hantu dapat melihat walau cahaya sedikit.
* Ketika berburu burung hantu mengeluarkan suara sehingga membuat takut mangsanya. Gerakan mangsa yang ketakutan terdengar oleh burung hantu sehingga dapat menemukan letak mangsanya.
* Bulu sayap burung hantu sangat halus dan lembut sehingga burung hantu dapat terbang tanpa suara dan dapat menyambar mangsanya dengan diam-diam.

11. Bebek

* Memiliki kaki yang berselaput sehingga memudahkan untuk berenang.
* Memiliki paruh yang berbentuk sisir untuk memudahkan mencari cacing di dalam lumpur.
* Bulu bebek selalu berminyak sehingga bebek tidak basah walaupun berendam lama di dalam air.

12. Unta

* Hidup di padang pasir (daerah minim air)
* Memiliki kemampuan tidak makan atau tidak minum selama berhari-hari karena memiliki punuk yang merupakan tempat cdangan makanan.
* Punuk terdiri dari lapisan lemak.
* Memiliki bulu mata yang panjang untuk melindungi mata dari pasir.
* Memiliki kaki yang tebal untuk dapat berjalan di padang pasir yang panas.
* Memiliki lubang hidung yang dapat tertutup untuk melindungi hidung saat terjadi badai pasir.

13. Penguin

* Dapat hidup di daerah bersuhu sangat rendah.
* Memiliki bulu tebal dan lemak di bagian bawah lapisan kulitnya sehingga seperti memakai baju berlapis-lapis.
* Hidup berkelompok sampai ratusan ribu dan saling mendekatkan diri agar tidak banyak panas yang dikeluarkan dan terlindung dari udara dingin.

14. Rubah Artik

* Dapat hidup di daerah bersuhu sangat rendah.
* Memiliki telinga yang berukuran kecil dan tubuh yang berwarna putih yang membuat rubah artik mampu menjaga panas sehingga tidak banyak keluar dari tubuh.

15. Ikan Gelodok (mudskipper)

* Hidup di daerah payau yang banyak terdapat hutan bakau.
* Memili ukuran kecil dan gerakan yang sangat lincah.
* Dapat berjalan di daratan atau memanjat pohon.
* Di daratan ikan gelodok bergerak meloncat-loncat.

16. Trenggiling

* Memiliki cakar yang kuat untuk menarik rayap/semut dari sarangnya
* Tidak memiliki gigi, tetapi memiliki lidah yang panjang dan lengket yang dapat dijulurkan untuk memperdaya mangsanya.
* Memiliki sisik yang tebal dan keras, dan dapat menggulung tubuhnya seperti bola untuk melindungi diri.

17. ikan pari :

ikan pari

* Ikan pari (rays) termasuk dalam sub grup elasmobranchii, yaitu ikan yang bertulang rawan dan grup Cartilaginous.
* Bentuk tubuh gepeng melebar (depressed) dimana sepasang sirip dada (pectoral, fins)-nya melebar dan menyatu dengan sisi kiri-kanan kepalanya, sehingga tampak atas atau tampak bawahnya terlihat bundar atau oval.
* Umumnya mempunyai ekor yang sangat berkembang (memanjang) menyerupai cemeti. Pada beberapa spesies, ekor ikan pari dilengkapi duri penyengat sehingga disebut ‘sting-rays’.
* Mata ikan pari umumnya terletak di kepala bagian samping.
* Posisi dan bentuk mulutnya adalah terminal (terminal mouth) dan umumnya bersifat predator.
* Bernapas melalui celah insang (gill openings atau gill slits) yang berjumlah 5-6 pasang. Posisi celah insang adalah dekat mulut di bagian bawah (ventral).
* Ikan pari jantan dilengkapi sepasang alat kelamin yang disebut “clasper” letaknya di pangkal ekor. Ikan pari betina umumnya berbiak secara melahirkan anak (vivipar) dengan jumlah anak antara 5-6 ekor.

18. ikan sidat :

* Sidat (ordo Anguilliformes) kelompok ikan berbentuk tubuh mirip ular.Ordo Anguilliformes terdiri atas 4 subordo, 19 famili, 110 genera, dan 400 spesies.
* Kebanyakan hidup di laut namun ada pula yang hidup di air tawar.
* merupakan ikan nokturnal, sehingga keberadaannya lebih mudah ditemukan pada malam hari

Ciri Khusus Tumbuhan

1. Teratai

* Hidup di air
* Memiliki daun bundar yang sangat lebar agar dapat menyerap cahaya sebanyak-banyaknya.
* Tangkai bunga tumbuh tegak sehingga bunganya menyembul ke luar permukaan air.
* Batang teratai memiliki rongga-rongga udara yang membantu menyalurkan oksigen ke akar dan untuk membantu teratai tetap tegak dan mengapung di air.

2. Venus Flytrap

* Memiliki dua helai daun yang menyatu pada salah satu sisinya.
* Daun ini menarik perhatian serangga karena tampak dipenuhi cairan nektar.
* Saat serangga menyentuh daun, rambut-rambut sensitif pada permukaan daun akan menanggapi rangsang tersebut dengan mengatupkan kedua helai daunnya. Kemudian venus flytrap mengeluarkan cairan pencerna untuk menghancurkan serangga yang terjebak.

3. Kantong Semar

* Memiliki daun berbentuk guci dengan penutup di bagian atasnya.
* Di bagian dalam daun yang berbentuk ceruk terdapat cairan.
* Serangga yang menghampiri kantong semar karena warna dan bau daunnya akan terpeleset dan jatuh ke dalam cairan.
* Kantong semar mengeluarkan cairan asam untuk mencerna serangga.

4. Tumbuhan Embun Matahari

* Terdapat titik-titik cairan yang bergemerlap bila terkena sinar matahari.
* Jika serangga menyentuh daun akan terjebak dalam cairan tersebut.
* Helai-helai daun akan mengakup untuk mencengkeram serangga dan serangga dihancurkan dengan cairan pencerna.

*) Venus flytrap, kantong semar, dan tumbuhan embun matahari tergolong insektivora yaitu tumbuhan pemakan serangga. Serangga diperlukan untuk memperoleh tambahan nitrogen bagi kelangsungan hidupnya. Tumbuhan insektivora memiliki kelenjar penghasil cairan untuk menjerat dan mencerna serangga.

5. Kaktus

* Umumnya hidup di gurun pasir yang kering dan tandus.
* Dapat hidup dalam jangka waktu yang lama tanpa air.
* Memiliki daun yang berbentuk duri untuk mengurangi penguapan air.
* Memiliki akar yang sangat panjang untuk menyerap air sebanyak-banyaknya pada musim hujan.
* Batang kaktus berfungsi untuk menyimpan air.

6. Bambu

* Merupakan anggota suku rumput-rumputan
* Dapat tumbuh lebih cepat dari tumbuhan lain.
* Memiliki jaringan meristem pada setiap buku.
* Ada bambu yang batangnya dapat tumbuh 40 cm/hari dan mencapai tinggi 37 meter.

7. Jagung

* Memiliki rambut jagung yang mirip benang sutra.
* Rambut tersebut sebenarnya adalah kepala putik dan tangkai putik.
* Setiap biji jagung menumbuhkan sebatang tangkai putik sepanjang 30 cm.
* Putik jagung seperti rambut dan lengket memudahkan untuk menangkap serbuk sari.

8. Kelapa

* Banyak tumbuh di tepi pantai.
* Buah kelapa yang jatuh dari pohon akan terbawa air laut sampai ke pantai yang lain tanpa menjadi busuk.
* Serabut tebal yang membuat buah kelapa dapat tetap terapung di air dan sampai di pantai yang lain.
* Termpurung kelapa merupakankulit yang kedap air berfungsi untuk melindungi kelapa sehingga tidak busuk.

9. Mentimun

* Memiliki sulur yaitu modifikasi dari batang dan memiliki ujung peka sentuhan.
* Sulur berbentuk gelung dan berguna untuk lebih merapatkan batang mentimun ke penopang sehingga dapat menahan beban dari buah mentimun.
* Sulur juga dapat menahan angin kencang yang dapat mematahkan batang.

10. Tusam

* Memiliki daun berbentuk jarum.
* Jarum tusam hanya memiliki satu urat daun di tengah jarun untuk mengangkut air dan zat hara.
* Jarum tusam berfungsi untuk berfotosisntesis, bernafas (respirasi) dan penguapan (transpirasi).
* Jarum tusam memiliki kloroplas dan stomata.
* Jarum tusam memiliki epidermis yang tebal.

11. Bunga Matahari

* Tumbuh di daerah yang terkena sinar matahari.
* Bentuk bunganya seperti matahari (kuning, bulat, dan besar).
* Selalu mengikuti arah cahaya matahari.
* Bila matahari mulai ternggelam, mahkota bunga mulai menutup.

12. Bunga Raflesia

* Merupakan bunga terbesar di dunia
* Disebut juga bunga bangkai
* Nama latinnya Raflesia arnoldi.
* Hidup sebagai parasit pada akar tumbuhan lain.
* Tidak mempunyai klorofil.
* Memiliki bau yang sangat menyengat seperti bangkai atau daging busuk.

13. Eceng Gondok

* Termasuk tumbuhan hydrophyta
* Mempunyai tangkai daun yang menggelembung(berongga), yang berfungsi untuk mengapung di permukaan air

14. Siwalan (pohon lontar /tal)

siwalan

* Pohon palma yang kokoh kuat berbatang tunggal dengan tinggi 15-30 m dan diameter batang sekitar 60 cm
* Daun-daun besar terkumpul di ujung batang membentuk tajuk yang membulat.
* Helaian daun serupa kipas bundar berdiameter hingga 1,5 m, bercangap sampai berbagi menjari; dengan tajuk anak daun selebar 5-7 cm, sisi bawahnya keputihan karena berlapisan lilin.
* Tangkai daun mencapai panjang 1 m, dengan pelepah yang lebar dan hitam di bagian atasnya; sisi tangkai dengan deretan duri yang berujung dua.
* Karangan bunga dalam tongkol, 20-30 cm dengan tangkai sekitar 50 cm.
* Buah-buah bergerombol dalam tandan, hingga sekitar 20 butir, bulat peluru berdiameter 7-20 cm, hitam kecoklatan kulitnya dan kuning daging buahnya bila tua. Berbiji tiga butir dengan tempurung yang tebal dan keras.

kegunaannya :

* Daunnya untuk bahan kerajinan dan media penulisan naskah lontar.
* Kayu batangnya bisa untuk bahan bangunan, membuat perkakas dan barang kerajinan
* karangan bunganya (terutama tongkol bunga betina) disadap nira kemudian dapat dimasak menjadi gula
* Buahnya dapat dikonsumsi, terutama yang muda
* Biji yang masih muda dan masih lunak mirip kolang -kaling sebagai campuran es dawet.
* Daging buah yang tua (kekuningan dan berserat) dapat dimakan segar ataupun dimasak terlebih dahulu.
* Cairan kekuningan darinya diambil pula untuk dijadikan campuran penganan atau kue-kue atau untuk dibuat menjadi selai.

15. sawo :

Sawo

* Pohon yang besar dan rindang, dapat tumbuh hingga setinggi 30-40 m.
* Bercabang rendah, batang berkulit kasar abu-abu kehitaman sampai coklat tua.
* Seluruh bagiannya mengandung lateks, getah berwarna putih susu yang kental.
* Daun tunggal, terletak berseling, sering mengumpul pada ujung ranting. Helai daun bertepi rata, sedikit berbulu, hijau tua mengkilap, bentuk bundar-telur jorong sampai agak lanset, 1,5-7 x 3,5-15 cm, pangkal dan ujungnya bentuk baji, bertangkai 1-3,5 cm, tulang daun utama menonjol di sisi sebelah bawah.
* Bunga-bunga tunggal terletak di ketiak daun dekat ujung ranting, bertangkai 1-2 cm, kerapkali menggantung, diameter bunga s/d 1,5 cm, sisi luarnya berbulu kecoklatan, berbilangan 6.
* Kelopak bunga biasanya tersusun dalam dua lingkaran; mahkota bentuk genta, putih, berbagi sampai setengah panjang tabung.
* Buah buni bertangkai pendek, bulat, bulat telur atau jorong, 3-6 x 3-8 cm, coklat kemerahan sampai kekuningan di luarnya dengan sisik-sisik kasar coklat yang mudah mengelupas, sering dengan sisa tangkai putik yang mengering di ujungnya. Berkulit tipis, dengan daging buah yang lembut dan kadang-kadang memasir, coklat kemerahan sampai kekuningan, manis dan mengandung banyak sari buah.
* Berbiji sampai 12 butir, namun kebanyakan kurang dari 6, lonjong pipih, hitam atau kecoklatan mengkilap, panjang lk. 2 cm, keping biji berwarna putih lilin.

16. Nenas

nenas

* tumbuhan tropis yang berasal dari Brazil, Bolivia, dan Paraguay termasuk dalam familia nanas-nanasan (Famili Bromeliaceae) dengan perawakan (habitus) tumbuhannya rendah, herba (menahun) dengan 30 atau lebih daun yang panjang, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal.
* Buahnya bukanlah buah sejati, melainkan gabungan buah-buah sejati (bekasnya terlihat dari setiap ‘sisik’ pada kulit buahnya) yang dalam perkembangannya tergabung — bersama-sama dengan tongkol (spadix) bunga majemuk — menjadi satu ‘buah’ besar.
* Nanas yang dibudidayakan orang sudah kehilangan kemampuan memperbanyak secara seksual, namun ia mengembangkan tanaman muda (bagian ‘mahkota’ buah) yang merupakan sarana perbanyakan secara vegetatif.

17. putri malu (Mimosa pudica) :

Putrimalu

* Tanaman perdu pendek anggota suku polong-polongan.
* Daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/”layu” dengan sendirinya saat disentuh,ditiup, atau dipanaskan yang bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula. ini disebabkan oleh terjadinya perubahan tekanan turgor pada tulang daun. Rangsang tersebut juga bisa dirasakan daun lain yang tidak ikut tersentuh.Gerak ini disebut seismonasti, yang walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan (tigmonasti), sebagai contoh, gerakan tigmonasti daun putri malu tidak peduli darimana arah datangnya sentuhan.
* Tanaman ini juga menguncup saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit.
* Tanaman putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora) yang ingin memakannya. Warna daun bagian bawah tanaman putri malu berwarna lebih pucat, dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan yang tadinya ingin memakan tumbuhan ini akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan menjadi tidak berminat lagi untuk memakannya.

18. Tumbuhan paku

Tumbuhan ini benar-benar telah berupa kormus (ada sistem pembuluh sejati) , jadi telah jelas adanya akar, batang dan daun. Ada yang hidup sebagai saprofit dan ada pula sebagi epifit. Paku menyukai tempat lembab (higrofit), tumbuhnya mulai dari pantai (paku laut) sampai sekitar kawah-kawah (paku kawah).

Berdasarkan spora yang dihasilkan dikenal 3 jenis tumbuhan paku, yaitu:

1. Paku Homosfor atau Isospor >> menghasilkan satu jenis spora saja, misalnya paku kawat (Lycopodium clavatum).

2. Paku Heterospor >> menghasilkan dua jenis spora yaitu: mikrospora (jantan) dan makrospora (betina), misalnya paku rane (Selaginella wildenowii) dan semanggi (Marsilea crenata).

3. Paku Peralihan >> menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama (isospora) tetapi sebagian jantan dan sebagian betina (heterospora), misalnya paku ekor kuda (Equisetum debile)

Akar tumbuhan paku berupa akar serabut. Pada akar paku, xilem terdapat di tengah dikelilingi floem membentuk berkas pembuluh angkut yang konsentris.

Batangnya jarang tumbuh tegak di atas tanah, kecuali pada paku tiang (Alsopila sp. dan Cyathea sp.). Batang tersebut kebanyakan berupa akar tongkat (Rhizoma). Tipe berkas pembuluh angkut batang sama dengan akar, yaitu tipe konsentris

BERMACAM-MACAM DAUN PAKU

- daun yang kecil-kecil disebut Mikrofil
- daun yang besar-besar disebut Makrofil dan telah mempunyai daging
daun (Mesofil)
- daun yang khusus untuk asimilasi disebut Tropofil
- daun yang khusus menghasilkan spora disebut Sporofil

ISITILAH LAIN

- Sporangium adalah kotak spora
- Sorus adalah badan tempat berkumpulnya kotak spora
- Indusium adalah selaput yang melindungi sorus muda -> ciri paku

Perkembangbiakan paku tergolong Metagenesis. Berbeda dengan lumut, yang sehari-hari kita sebut sebagai tanaman paku adalah fase sporofit-nya. Tumbuhan paku yang ada di bumi ini mempunyai masa kejayaan dalam zaman Paileozoikum, terutama dalam zaman karbon -> disebut zaman paku. Sisa-sisanya sekarang dapat digali sebagai batubara.

SPESIES-SPESIES PAKU

Sebagai tanaman hiasan :
- Platycerium nidus (paku tanduk rusa)
- Asplenium nidus (paku sarang burung)
- Adiantum cuneatum (suplir)
- Selaginella wildenowii (paku rane)

Sebagai bahan penghasil obat-obatan :
- Asipidium filix-mas
- Lycopodium clavatum

Sebagai sayuran :
- Marsilea crenata (semanggi)
- Salvinia natans (paku sampan = kiambang)

Sebagai pupuk hijau :
- Azolla pinnata >> bersimbiosis dengan anabaena azollae (gangang
biru)

Sebagai pelindugn tanaman di persemaian :
- Gleichenia linearis.

19. Tumbuhan biji

tumbuhan biji termasuk ke dalam divisi Spermatophyta. Alat reproduksi generatif berupa biji. Di dalam biji terdapat embrio. Tumbuhan biji sudah memiliki akar, batang dan daun sejati, disebut kormus, sehingga tumbuhan biji disebut Cormophyta. Tumbuhan biji juga sudah memiliki berkas pembuluh pengangkut yang terdiri dari xilem dan floem sehingga disebut tumbuhan Tracheophyta.

Selain Cormophyta dan Tracheophyta, tumbuhan biji juga disebut tumbuhan berbunga (Antophyta).

Bahkan disebut dengan Phanerogamae, yaitu tumbuhan dengan alat perkembangbiakan yang jelas terlihat dan disebut pula Embriophyta siphonogama, yaitu tumbuhan yang pembentukan embrionya melalui suatu pembuluh.

No comments:

Post a Comment